Monday, 2 February 2015

i ShortHis



CINTA DALAM DIAM
Karya Nesya Puspita Putri

Namaku Putri, aku biasa dipanggil Puput. Aku masuk salah satu universitas islam di Bandung. Walau basic ku dari SMA. Hehehe. Hari pertama masuk kuliah, di kelas ku melihat sosok pria yg misterius. Dia tampan, sangat pendiam, putih, tinggi dan cukup menarik perhatianku juga rasa penasaranku. Hari demi hari ku lalui, rasa keingintahuanku tentangnya pun terjawab. Pria itu bernama Hilman, dia pintar dan aktif dikelas, aku kira dia orang yang pendiam, tapi ternyata tidak juga. Lama kelamaan lincahnya terlihat, dia bawel, gokil pula, dan yang paling aku terkaget itu dia seorang pemain biola. Hmmm... waw.

Dengan berjalannya waktu kitapun saling mengenal satu sama lain, yang awalnya aku dan Hilman sangat kaku sampe kemudian kami menjadi teman dekat, bahkan lebih dekat dari sahabat. Aku selalu menceritakan semua kejadian yang menimpaku, dari cerita susah, senang, sedih, dan sebagainya begitu pula dengannya. Dia pria yang sangat baik dan mengerti aku. Dia tempat curhat yang asik, tempat sharing pelajaran yang menyenangkan. Dan pria yang penuh dengan kharisma, sehingga banyak perempuan lain yang kagum padanya.
Aku seperti buntut baginya, kemanapun dia pergi, aku selalu mengikutinya. Dari mulai dia futsal, main dengan teman temanya dan mereka juga temanku, sampai satu organisasi pun bersama. Dia yang selalu ada saat aku membutuhkan bantuan. Dari mulai meminta bantuan menyelesaikan tugasku, mengantarku pulang, sampai menemaniku jalan jalan. Seakan akan dia itu ambulan yang pada saat aku keluar dari pintu gawat darurat, dia selalu ada. Banyak orang yang menyangka kita pacaran. Oh... itu tidak mungkin. Hahahah

Sampai suatu hari, entah apa yang terjadi padaku? Ketika aku melihatnya bermain biola di taman kampus, hatiku berdegup kencang, tanganku berkeringat, lidahku kelu, bahkan kakiku sampai gemetar, tak mampu ku melangkahkan kaki untuk berpaling darinya. Ku tutup mataku agar aku mendapat ketenangan. Tapi saat ku terpejam.....
“Put, lagi apa berdiri disini?” serentak aku terkaget mendengar suaranya.
“Panas tau. Sini temenin aku latihan biola!” hilman mengagetkanku, kemudian kubuka mataku.

“eh... heheheh Hilman. Lagi diem aja, nyari tukang dagang nih laper.” Sanggahanku
“hahaha put... put... sejak kapan ada tukang dagang keliling masuk kampus? Ngaco nih kamu, saking laparnya ya? Kamu mah lapar mulu deh perasaan. Yuk, aku traktir makan. Hari ini aku jadi pemadam kelaparan kamu. Hahaha” ledeknya padaku
“eh... iya. Lupa. Hehehe asik.... makan.....” jawabku

Aku berusaha bersikap seperti biasa dihadapannya, entah sampai kapan aku harus berpura-pura dan berperang dengan hatiku sendiri. Oh... rasanya sangat tersiksa. Aku perempuan yang memang agak sedikit tomboy, aku yang cuek akan keadaan sekitarku, aku yang kadang memalukan diriku sendiri dengan tidak sadar, dan aku yang selalu bersikap paling heboh dan gokil diantara teman temanku termasuk juga hilman.Tapi sesaat kemudian, aku menjadi sosok yang pendiam, jaga image, salah tingkah, dan lain lain jika berhadapan dengannya. Oh.... itu sangat menyebalkan ketika secara tidak sadar aku menjadi orang lain yang amat sangat jauh berbeda dari kepribadianku jika ada dia dihadapanku. Somebody help me

Apa ini yang dinamakan cinta? Apa ini yang dinamakan kasih sayang? Apa ini....??? ssstttt.... sudah cukup sampai disitu pertanyaanku. Rasanya perutku lapar jika aku selalu berpikiran hal itu. Oh... tidak..... Aku mencoba berpositive thinking akan keadaanku ini. Ya, agar semuanya berjalan seperti biasanya. Hari demi hari ku lalui seperti biasanya, tugas kuliah yang menumpuk, pekerjaan rumah seperti pembantu rumah tangga, menjadi pembisnis coklat online, dan tentunya have fun dengan sahabatku Hilman walau aku harus merasakan perang batin jika harus berhadapan dengannya.


Suatu hari, saat kami sedang kerja kelompok salah satu teman perempuanku mendekati Hilman. Dia bertanya ini itu, ini itu, sampai bosan aku melihatnya bulak balik dihadapan Hilman. Geram rasanya melihat dia, ingin sekali aku menyingkirkannya. Rasa kesal melandaku saat itu, seperti masuk kedalam lubang yang berisi kantung pasir tinju yang siap ku hantam satu persatu. Aduh, perasaan ini timbul kembali. Aku benci.

Malam hari ku menulis puisi untuknya....

CINTA DALAM DIAM
Kumencintaimu dalam diam
Karena diamku tersimpan kekuatan harapan
Dan cintaku hingga saat ini masih terjaga
Mungkin Allah akan membuat harapan ini menjadi nyata
Ku ingin cintaku dapat berkata
Dikehidupan yang nyata
Namun jika tak memiliki kesempatan berkata
Biar semua in i tetap diam jika kau bukan untukku
Aku yakin Allah akan menghapus cintaku
Dengan berjalannya waktu
Dan memberi rasa yang lebih indah untukku
Yang menjadi jalan takdirku
Biar cinta dalam diamku ini
Menjadi memori tersendiri
Dan relung hatiku menjadi tempat rahasia
Kau dan perasaan cintaku ini

Puisi ini mewakili semua perasaanku padanya. Aku hanya dapat berkata melalui tinta, dapat berbicara melalui irama, dan dapat bercerita melalui karya. Satu satunya yang membuatku seperti orang bisu yaitu perasaanku ini. Aku tidak ingin terobsesi memilikinya, karena itu akan membuatnya pergi dariku. Cinta dalam diam yang memang tepat untukku. Dia tidak tahu akan perasaanku, sikapnya yang menunjukkanku bahwa dia hanya menganggapku sahabat.
Itu tidak masalah untukku, karena berada didekatnya sudah lebih dari cukup, melihat tawanya, mendengar suaranya, dan merasakan kehadirannya sudah membuatku bahagia. Aku mencintainya dalam diam, karena aku tak mau merusak semua ini.


Pada suatu hari di kampus, Hilman memintaku untuk menemaninya pergi ke suatu tempat. Ternyata ada sesuatu yang ingin dia beli, kita pergi ke pasar bunga dan membeli 1 rangkaian bunga mawar yang akan dia berikan untuk hari ulang tahu ibunya. Setelah dia mendapatkannya, dia petik satu bunga mawar merah untukku.
“ini buat kamu put.” Sambil memberikan bunga mawar merah itu
“lah? Buat aku? Untuk apa?” tanyaku terheran heran
“tanda terimakasih, karena udah temenin kesini” jawab hilman
“oh... ya, makasih” ku tersipu malu

Sungguh hari yang amat sangat luar biasa untukku.hahahaha aku mendapatkan satu bungan mawar dari seorang Hilman? Rasanya seperti melayang ke udara dersama awan awan putih selembut salju yang menjadi bantalanku, dan turun kembali ke bumi dengan pelang indah warna warni yang menjadi perosotanku. ihihihihi WAW... its amazing  ya walau ku tau itu tak ada arti apa apa untuknya. Tapi untukku? Itu sangat berarti. Kusimpan bunga mawar itu diatas meja belajarku, disamping fotoku dan Hilman. Rasanya itu sangat serasi. Meja belajarku adalah tempat baru yang menyenangka ke 2 setelah tempat tempat menyenangkan yang ku lalaui dengan Hilman. Karena meja belajarku adalah saksi bisu dari semua pengakuan atas perasaanku. Setiap hari kutuliskan diary atas namanya, tak pernah ku bosan menulis nama Hilman dalam diary ku walau berjuta kali banyaknya. Dan fotoku dengan Hilman yang bersender bunga mawar merah menjadi pemandangan yang menyejukkan hati. Hehehe 

Tutup pintu hatimu untukku
Jika semua yang ku lakukan
Karena ingin memilikimu
Buka pintu kebencianmu
Jika semua yang ku lakukan
Hanya ingin mempermainkanmu


Aku masih bingung, apa yang harus ku lakukan? Sungguh ini sangat menyiksa batinku. Ketika pada suatu sore, setelah pulang kampu kami pulang bersama. Seperti biasa, jalur taman kota yang kami lewati. Karena suasana sore hari di taman kota sangat menyenangka. Ku berfikir disitu tempat yang tepat untuk mengutarakan perasaanku. Walau ku cegah adanya pertanyaan padanya seperti: apa pendampat Hilman tentangku? Bagaimana perasaan Hilman ke aku? Apa Hilman mau menjalin hubungan denganku? Tidak ingin ku lontarkan pertanyaan itu. Kami tertawa sepanjang perjalanan, dan dia memang bakat menjadi pelawak. Hahaha. Saat kami sedang berjalan santai di taman, tiba tiba.....
“aaaaa........” ku menjerit saat hilman mendorongku ke pinggir jalan.
Ternyata sebuah motor hampir menabrakku, dan Hilman melindungiku. Tapi saat ku lihat dia, ternyata motor itu menabrak Hilman. Betapa shocknya aku melihat dia tergeletak tak berdaya dijalan, dengan mata yang terpejam, dan tak sadarkan diri. Aku yang terjatuh dijalan kemudian bergegas lari menghampirinya, tak peduli betapa sakitnya kakiku terbentur batu. Dengan jalan yang terpincang pincang, ku kuatkan diri menghampiri Hilman.
“Hilman.... Hilman.....” teriakku padanya, sambil menolongnya.
Ingin ku berkata sesuatu, tapi lidahku terlalu kelu. Seakan hanya namanya yang dapat ku panggil dengan jelas dan lancarnya. Ya, hanya namanya saja.  air mataku meleleh membentuk anak sungai di pipiku. Ini adalah peristiwa yang sangat membuatku terpukul.
“Ya Alloh, tolong aku. Jangan kau ambil dia pergi dari sisiku dan sampai kau ambil dia ke sisimu. Apa yang harus ku lakukan tanpanya? Aku akan merasa bersalah, dan penyesalan yang amat sangat mendalam karena perasaanku tak dapat berkata dikehidupan nyata.”

Serentak ku panggil ambulan untuk membawanya kerumah sakit. Dia yang jadi ambulanku saat aku keluar dari pintu gawat darurat, sekarang aku yang memanggil ambulan untuknya? Sungguh menyedihkan. Aku terdiam sepanjang perjalanan menuju kerumah sakit. Entah apa yang harus aku lakukan untuk membantunya bangun kembali?apa canda tawa tadi adalah hal terakhir yang kulakukan dengan Hilman? Apa tadi adalah terakhir kalinya aku mendengar suaranya? Dan melihat nya? Aku mengingat semua kenangan bersama Hilman, kenangan manis yang tak akan bisa terlupakan.

Setiba dirumah sakit, kegelisahanku makin menjadi jadi. Setelah ku hubungi keluarganya. Aku menangis dalam dekapan ibunya, ya kami memang sudah akrab satu sama lain. Bahkan seperti anak dan ibu sendiri. Di luar pintu GAWAT DARURAT ku menunggu dengan kegelisahan, tatapan yang penuh dengan sejuta harapan pada satu orang yang keluar dari pintu itu. Semoga aku dapat menjadi ambulan saat Hilman keluar dari pintu gawat darurat, karena biasanya dia yang melakukan itu. Tapi kali ini, aku yang harus menggantikan tugasnya. Saat ada seseorang keluar.....
“dokter, bagaimana keadaan temanku? Apa dia baik baik saja? Apa dia selamat? Apa dia sehat sehat saja?” tanyaku pada dokter itu
“Maaf, kami tidak dapat menolongnya. Benturan dikepalanya sangat keras, tak ada darah yang keluar, tapi darah itu bergumpal banyak diotaknya.”

Serentak hal itu membuat harapanku menjadi hancur berkeping keping.
“Kami ingin melakukan pembedahan, tapi waktu yang tidak memungkinkan, dia menghembuskan nafas terakhir dan membaca dua kalimat sahadat dan memanggil nama “Put”. Siapa itu?” jelas dokter padaku
“ Put? Namaku Putri dok” sampai tersedu sedu ku berkata.
“ sungguh dia pria yang mengagumkan. Saat keadaannya sekarat, dia masih mengingat Alloh dan kamu”.
Lekas ku berlari menghampiri hilman yang sudah terbaring tak bernyawa. Air mataku semakin deras membasahi pipiku. Aku tak dapat berkata apapun lagi. Langsung keluarganya membawa dia kerumah, dan mengurus jenazahnya. Sungguh, aku tak ingin melihatnya dalam posisi di balut kain putih dan wajah yang pucat. Aku penakut, dan tak ingin melihatnya. Tapi ku kuatkan diri untuk selalu mendampingi disisinya sampai tanah terakhir menutupi kuburnya.

Hanya do’a yang bisa kulantunkan
Keikhlasan yang selalu ku genggam
Kekuatan yang jadi tumpuan
Dan kenangan yang menjadi senyuman


Perubahan kepribadianku serentak berubah, aku menjadi sosok yang pendiam, cuek, dingin, dan menjauh dari apa yang ada hubungannya denganku dan Hilman. Rasanya itu sangat menyiksa. Dan penyesalan terbesarku yaitu karena aku belum sempat mengutarakan persaanku sampai dia menutup mata. Teman temanku berkata padaku, bahwa Hilman sangat mencintaiku. Tapi dia tak mau mengatakannya karena takut merusak persahabat kita, dan yang paling ia tidak mau yaitu menjalin hubungan terlarang yang dapat merusak izzah dan iffahku. Hilman yang selalu hadir dalam mimpiku dan membuatku semakin bersedih.
Teman teman yang silih berganti menghiburku bahkan tak sanggup membuatku tersenyum. Bunga mawar merah dan foto yang terletak dikamarku menjadi tempat pelamunanku mengingat kenangan manis bersamanya. Semakin lama, semakin layu. Tapi tak ku buang, bunga itu ku simpan baik baik.

Ku jalani hari dengan kesendirian
Tanpa seorang sahabat yang mengisi ruang dan waktu
Rasanya ku ternanam menahan luka yang dalam
Hampir saja ku mati rasa padamu
Dan hilangkan relung hatiku

“ketika kau mencintai seseorang, katakan padanya. Tak usah takut akan apapun resikonya. Tapi ingat, janganlah kamu memberinya pertanyaan apapun. Itu akan membuatmu gelisah. Cukup dengan kau jujur atas perasaanmu, itu sudah sangat mengurangi beban hatimu.”


Satu tahun kemudian, tetap tak ada perubahan padaku. Aku belum kembali seperti dulu, tak ada aku yang ceria, tak ada aku yang bawel, tak ada aku yang gila. Seakan semuanya terkubur bersama kenangan manis disisinya. Pada pagi hari, 14 februari 2013 saat pergi kuliah aku melihat sosok pria yang sedang memegang biola. Aku terkaget saat sosok Hilman yang ada dihadapanku. Tapi kulihat kembali dengan kesadaranku, ternyata bukan. Aku melewat dihadapannya dengan sedikit tersenyum, diapun membalas senyumanku. Pria itu membuatku penasaran. Pada sore hari saat pulang kuliah, hal yang memalukan terjadi. Pada saat itu aku sedang asik sms-an dengan temanku. Tiba tiba saat ku berjalan....
“ awas.....” teriak seorang pria di hadapanku
Sejenak ku terdiam dan melihat kedepan. Hampir saja aku terjatuh pada kubangan air. Hahaha  itu sangat memalukan. Saat kulihat pria itu, ternyata dia pria yang tadi pagi ku temui.
“hati hati ya jalannya” dengan lembut dia memperingatkanku

Rasanya sangat memalukan, kejadian yang tak kulupakan. Rasa penasaranku padawa makin menjadi. Aku cari tahu tentangnya. Dia bernama Adit, dia adalah kakak tingkatku. Dan ternyata kami satu jurusan. Rasanya aku belum pernah melihatnya. Ya, bagaimana aku tahu, setelah kuliah saja aku pulang kerumah karena tidak ada tempat lagi yang kutuju. Dulu selagi Hilman ada, banyak tempat yang terjelajahi bersamanya. Seakan akan, semua tempat itu menjadi neraka untukku, dan aku tak ingin pergi kesana lagi.

Hari demi hari ku lalaui seperti biasa, sedikit ada perubahan. Aku mulai tersenyum, setelah kejadian memalukan itu. Teman teman sekelasku senang akan adanya perubahanku. Aku selalu memata matai Adit, saat dia di kampus, di kelas, bahkan saat bermain biola. Rasanya sosok hilman masuk kedalam dirinya. Oh.... tidak mungkin, tak ada yang bisa menandingi Hilman dimataku. Tempat favorit Hilman main biola itu di taman kampus, suasana yang sejuk sangat mendukung. Tapi mengapa Adit juga sering berlatih disitu? Apa benar Adit adalah jelmaan dari Hilman? Oh.... sungguh mengherankan.

Makin kesini, aku makin mencari tahu tentangnya. Dari mulai tempat tinggalnya, jadwal kuilahnya, tempat favoritnya, hobinya, sampai makanan kesukaanya. Nah loh? Ko mirip Hilman ya? Tidak mungki itu Hilman, tapi semuanya ada hubungannya dengan hilman. Ku yakinkan bahwa Hilman adalah Hilman, tak ada orang yang menyamainya. Dan Adit adalah Adit, orang yang kebetulan, ya seperti itu adanya. Rasa kagumku pada Adit semakin besar, tapi bukan berarti ku melupakan Hilman. Tidak sama sekali. Karena dia abadi tersimpan disisi lain relung hatiku. Aku yang selalu menguntupi Adit kemana ia pergi. Kejadian yang sama saat dulu bersama Hilman, tapi perbedaannya aku menguntip Adit diam diam. Hehehe


Selalu saja begitu setiap hari. Ku luangkan waktu untuk mengikutinya pergi. Sampai ku berpikir aku akan memberikan satu bunga mawar merah untuknya. Aku tak ingin perasaanku ini menyiksa diriku seorang diri. Mungkin jika ku utarakan padanya, dia bisa sedikit mengerti aku dan mengurang bebanku. Dan akhirnya kuputuskan untuk mengutaraknnya, aku mebawa satu tangkai bunga mawar yang menjadi kekutanku yang mengingatkanku pada Hilman. tapi saat ku berjalan di depan rumahnya, aku melihatnya bersama perempuan lain. Dia mengajak perempuam itu kerumahnya. Apa perempuan itu.....? tak sanggu ku lanjutkan kalimatku. Bunga mawar yang ku genggam, serntak jatuh bersama semua anganku. Hancur lebur, membentuk butiran debu.
“apa ini takdirku? Apa Alloh memang menahan perasaanku hanya untuk Hilman. Dan sengaja membuatku hancur karena Adit.” Ku duduk terdiam memetik kelopak bunga mawar.

Memang benar, cintaku pada Hilman tak memiliki kesempatan untuk berkata. Bukan berarti dia bukan untukku, tapi memang Alloh mencegahku untuk mengatakan dikehidupan yang nyata. Dan mungkin memberi kesempatanku berkata di kehidupan yang abadi, selamanya. Bunuh diri? Hahaha bodoh. Itu adalah kata yang ku benci. Mungkin Alloh merencanakan sesuatau dengan Hilman. Dia yang tak ingin aku menjalin hubungan terlarang (pacaran) dengan lelaki lain, karena dia mencintaiku. Dan hanya ingin bersamaku di ikatan yang halal bagiku.
Biarlah saat ini ku belajar jauh darinya di dunia ini, dia mengajarkanku kesabaran dan keikhlasan. Mungkin dia sedang menguji cintaku, dia sengaja membiarkanku hidup agar rasa rinduku semakin dalam untuknya. Dan suatu saat nanti jika kita bertemu, rindu itu akan lenyap dan berubah menjadi butiran cinta juga kehidupan yang baru.
“ Jangan takut, aku akan mencintaimu seribu tahun, dan akan mencintaimu seribu tahun lebih ”

i ShortHis

TEGURAN

(Judul asli: “Kala Iman Tergoda”, dengan revisi. Pernah diterbitkan di Bulletin Biru SMUNSA Bogor No. 01/I/23 Shafar 1421 H)

Matahari telah tergelincir. Seorang lelaki terlihat bersegera menuju masjid ketika adzan zuhur dikumandangkan dari sebuah masjid kampus. Lelaki itu berwudhu dan menunaikan shalat nawafil. Lalu ia menjadi makmum di shaff terdepan. Shalat wajib ia laksanakan dengan ruku’ dan sujud yang sempurna. Setelah shalat tak lupa ia memuji nama Tuhannya dan memanjatkan doa untuk dirinya, ibu, ayahnya dan untuk ummat Muhammad saw yang sedang berjihad fii sabilillah.
Sebelum menuju kelas untuk kuliah, lelaki itu menyempatkan diri bersalam-salaman dengan beberapa jamaah lain. Dengan raut wajah yang bersahaja, ia sedekahkan senyum terhadap semua orang yang ditemuinya. Ucapan salam pun ditujukannya kepada para akhwat yang ditemuinya di depan masjid.
Lelaki yang bernama Ali itu kemudian segera memasuki ruang kelasnya. Ia duduk di bangkunya dan mengeluarkan buku berjudul “Langitpun Terguncang’. Buku berisi tentang hari akhir itu dibacanya dengan tekun. Sesekali ia mengerutkan dahi dan dan sesekali ia tersenyum simpul.
Ali sangat suka membaca dan meyukai ilmu Allah yang berhubungan dengan hari akhir karena dengan demikian ia dapat membangkitkan rasa cinta akan kampung akhirat dan tidak terlalu cinta pada dunia. Prinsipnya adalah “Bekerja untuk dunia seakan hidup selamanya dan beribadah untuk akhirat seakan mati esok.”
Sejak setahun belakangan ini, Ali selalu berusaha mencintai akhirat. Sunnah Rasululah saw ia gigit kuat dengan gigi gerahamnya agar tak terjerumus kepada bid’ah. Ali selalu menyibukkan diri dengan segala Islam. Ia sangat membenci sekularisme karena menurutnya, sekulerisme itu tidak masuk akal. Bukankah ummat Islam mengetahui bahwa yang menciptakan adalah Allah swt, lalu mengapa mengganti hukum Tuhannya dengan hukum ciptaan dan pandangan manusia?
Bukankah yang menciptakan lebih mengetahui keadaan fitrah ciptaannya?
Allah swt yang menciptakan, maka sudah barang tentu segala sesuatunya tak dapat dipisahkan dari hukum Allah. Katakan yang halal itu halal dan yang haram itu haram, karena pengetahuan yang demikian datangnya dari sisi Allah.
Sementara Ali membaca bukunya dengan tekun, dua mahasiswi yang duduk tak jauh dari Ali bercakap-cakap membicarakan Ali. Mereka menyayangkan sekali, Ali yang demikian tampan dan juga pintar, namun belum mempunyai pacar, padahal banyak mahassiwi cantik di kampus ini yang suka padanya. Tapi tampaknya Ali tidak ambil peduli. Sikapnya itu membuat para wanita menjadi penasaran dan justru banyak yang ber-tabarruj di hadapannya. Kedua wanita itu terus bercakap-cakap hingga lupa bahwa mereka telah sampai kepada tahap ghibah.
Ali memang tak mau ambil pusing tentang urusan wanita karena ia yakin jodoh di tangan Allah swt. Namun tampaknya iman Ali kali ini benar-benar diuji oleh Allah SWT.
Ali menutup bukunya ketika dosen telah masuk kelas. Tampaknya sang dosen tak sendirian, di belakangnya ada seorang mahasiswi yang kelihatan malu-malu memasuki ruang kelas dan segera duduk di sebelah Ali. Ali merasa belum pernah melihat gadis ini sebelumnya. Saat dosen mengabsen satu persatu, tahulah Ali bahwa gadis itu bernama Nisa.
Tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Jantungnya berdegup keras. Bukan lantaran suka, tapi karena Ali selalu menundukkan pandangan pada semua wanita, sesuai perintah Allah SWT dalam Al Qur’an dan Rasulullah saw dalam hadits.
“Astaghfirullah…!”, Ali beristighfar.
Pandangan pertama adalah anugerah atau lampu hijau. Pandangan kedua adalah lampu kuning. Ketiga adalah lampu merah. Ali sangat khawatir bila dari mata turun ke hati karena pandangan mata adalah panah-panah iblis.
***
Pada pertemuan kuliah selanjutnya, Nisa yang sering duduk di sebelah Ali, kian merasa aneh karena Ali tak pernah menatapnya kala berbicara. Ia lalu menanyakan hal itu kepada Utsman, teman dekat Ali. Mendengar penjelasan Utsman, tumbuh rasa kagum Nisa pada Ali.
“Aku akan tundukkan pandangan seperti Ali”, tekad Nisa dalam hati.
Hari demi hari Nisa mendekati Ali. Ia banyak bertanya tentang ilmu agama kepada Ali.
Karena menganggap Nisa adalah ladang da’wah yang potensial, Ali menanggapi dengan senang hati.
Hari berlalu… tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Ada bisikan yang berkata, “Sudahlah pandang saja, toh Nisa itu tidak terlau cantik.. Jadi mana mungkin kamu jatuh hati pada gadis seperti itu” Namun bisikan yang lain muncul, “Tundukkan pandanganmu. Ingat Allah! Cantik atau tidak, dia tetaplah wanita.” Ali gundah. “Kurasa, jika memandang Nisa, tak akan membangkitkan syahwat, jadi mana mungkin mata, pikiran dan hatiku ini berzina.”
Sejak itu, Ali terus menjawab pertanyaan-pertanyaan Nisa tentang agama, tanpa ghadhul bashar karena Ali menganggap Nisa sudah seperti adik… , hanya adik.
Ali dan Nisa kian dekat. Banyak hal yang mereka diskusikan. Masalah ummat maupun masalah agama. Bahkan terlalu dekat…
Hampir setiap hari, Ali dapat dengan bebas memandang Nisa. Hari demi hari, minggu demi minggu, tanpa disadarinya, ia hanya memandang satu wanita, NISA! Kala Nisa tak ada, terasa ada yang hilang. Tak ada teman diskusi agama…, tak ada teman berbicara dengan tawa yang renyah.., tak ada…wanita. DEG!!! Jantung Ali berdebar keras, bukan karena takut melanggar perintah Allah, namun karena ada yang berdesir di dalam hati…karena ia… mencintai Nisa.
Bisikan-bisikan itu datang kembali… “Jangan biarkan perasaan ini tumbuh berkembang. Cegahlah sebisamu! Jangan sampai kamu terjerumus zina hati…! Cintamu bukan karena Allah, tapi karena syahwat semata.”
Tapi bisikan lain berkata, “Cinta ini indah bukan? Memang indah! Sayang lho jika masa muda dilewatkan dengan ibadah saja. Kapan lagi kamu dapat melewati masa kampus dengan manis. Lagipula jika kamu pacaran kan secara sehat, secara Islami.. ‘Tul nggak!”
Ali mengangguk-anggukkan kepalanya. “Manalah ada pacaran Islami, bahkan hatimu akan berzina dengan hubungan itu. Matamu juga berzina karena memandangnya dengan syahwat. Hubungan yang halal hanyalah pernikahan. Lain itu tidak!!! Bukankah salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mengubur zina?”, bisikan yang pertama terdengar lagi.
Terdengar lagi bisikan yang lain, “Terlalu banyak aturan! Begini zina, begitu zina. Jika langsung menikah, bagaimana bila tidak cocok? Bukankah harus ada penjajakan dulu agar saling mengenal! Apatah lagi kamu baru kuliah tingkat satu. Nikah susah!”
Terdengar bantahan, “Benci karena Allah, cinta karena Allah. Jika pernikahanmu karena Allah, Insya Allah, Dia akan ridho padamu, dan akan sakinah keluargamu. Percayalah pada Tuhan penciptamu! Allah telah tentukan jodohmu. Contohlah Rasululah SAW, hubungan beliau dengan wanita hanya pernikahan.”
Bisikan lain berkata. “Bla.., bla.., Ali,… masa muda.., masa muda…, jangan sampai dilewatkan, sayang lho!”
Ali berpikir keras. Kali ini imannya benar-benar dilanda godaan hebat. Syetan telah berhasil membujuknya dengan perangkapnya yang selalu sukses sepanjang zaman, yaitu wanita.
Ali mengangkat gagang telepon. Jari-jarinya bergetar menekan nomor telepon Nisa. “Aah.., aku tidak berani.” Ali menutup telepon.
Bisikan itu datang lagi, “Menyatakannya, lewat surat saja, supaya romantis…!” “Aha! Benar! “ Ali mengambil selembar kertas dan menuliskan isi hatinya. Ia berencana akan menitipkannya pada teman dekat Nisa. Jantung Ali berdebar ketika dari kejauhan ia melihat Nisa terlihat menerima surat dari temannya dan membaca surat itu.
***
Esoknya, Utsman mengantarkan surat balasan dari Nisa untuk Ali, sembari berkata, “Nisa hari ini sudah pakai jilbab, dia jadi cantik lho. Sudah jadi akhwat!”
Ali terkejut mendengarnya, namun rasa penasarannya membuatnya lebih memilih untuk membaca surat itu terlebih dahulu daripada merenungi ucapan Ustman tadi. Ali membaca surat itu dengan sungguh-sungguh. Ia benar-benar tak menyangka akan penolakan yang bersahaja namun cukup membuatnya merasa ditampar keras. Nisa menuliskan beberapa ayat dari Al Qur’an, isinya :
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur : 30)
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”(QS. Al Mu’minuun : 19).
Ali menghela nafas panjang… Astaghfirullah… Astaghfirullah… Hanya ucapan istighfar yang keluar dari bibirnya. Pandangan khianatku sungguh terlarang. Memandang wanita yang bukan muhrim. Ya Allah… kami dengar dan kami taat. Astaghfirullah… [SOA]

i About

KONSPIRASI

    Assalamu'alaikum.......     hai sob... kali ini saya akan membahas tentang beberapa konspirasi yang pernah terjadi dan atau masih ada di Indonesia. Mungkin artikel ini bukan sepenuhnya asli tulisan saya, tapi semoga ini bisa mengingatkan kita dan menambah wawasan cakrawala kita sehingga kita tidak menutup diri untuk tidak mengetehui kebenaran yang sebenarnya.

1.Simbol Illuminati di Mata Uang Indonesia

Mungkin kalian sudah pernah mendengar istilah-istilah tentang Illuminati dan/ Freemasonry, ya...terkait dengan organisasi persaudaraan dunia atau sekarang sering menjadi polemik dengan menyebutnya sebagai Dajjal. Sebenarnya banyak sekali simbol-simbol yang sering di gunakan oleh organisasi ini dan di tempatkan dalam berbagai macam bentuk maupun barang. Berikut adalah simbol Illuminati yang sudah sangat familiar di kalangan dunia


Simbol di atas adalah simbol berbentuk Piramida dengan mata satu di ujung Piramida tersebut, konon itu merupakan puncak atau tujuan dari organisasi ini. Untuk lebih detail tentang simbol-simbol ini saya akan membahas hal ini pada thread-thread yang lain.

Kali ini saya akan membahas simbol Illuminati dan/ freemason di mata uang negara Republik Indonesia. Kita hanya tahu bahwa itu adalah uang sebesar Rp.10.000,- yang cukup untuk biaya ongkos angkot atau busway pergi pulang kerja atau untuk beli semangkuk bakso atau buat jajan. Ada suatu yang ganjil, di mata uang Rp 10.000,-. Thread ini mungkin bukan yang pertama, tetapi untuk menambah pengetahuan semua orang maka tidak ada salahnya saya share-kan disini.

OK, untuk membuktikannya kalian bisa keluarkan uang lembaran Rp 10.000,- kalo gak punya ya pinjem temen atau minta papa / mama, hahaha... :p

Langsung aja perhatikan langkah-langkah berikut:
Buka bagian depan tepatnya pada gambar seorang pahlawan Mahmud baddarudin II.


Lipat bagian atas uang ,sehingga membentuk setengah badan dari mata uang tersebut.


Kemudian lanjutkan bagian bawah untuk dilipat dan disambungkan pada lipatan  sebelumnya,dengan alasan menyatukan satu gambar yang terdapat pada mata uang tersebut.


Nah, sekarang perhatikan baik-baik gambar di bawah ini...
Di gambar tersebut terdapat simbol Piramida yang dapat dilihat dengan jelas, buat kalian yang belom mantap melihatnya klik aja gambarnya untuk memperbesar.


Ssekarang coba bandingkan dengan gambar mata uang dollar Amerika berikut:


Terdapat persamaan yang cukup signifikan, simbol segitiga dengan mata satu yang merupakan simbol-simbol organisasi Illuminati.

Mungkin muncul sebuah pertanyaan di kepala anda: Apakah Indonesia sekarang memiliki keterkaitan dengan organisasi tersebut? Siapa yang tahu.... :P
Ini merupakan sebuah konspirasi yang terselubung seperti mata uang Amerika serikat.


2.Konspirasi Konsep Bangunan Tugu Monas

Bagi warga negara Indonesia dan warga Jakarta khususnya, Monumen Nasional yang lazim disebut Tugu Monas sudah tidak asing lagi. Berada tepat di jantung ibukota negara dan pemerintahan Republik Indonesia, Tugu Monas menjulang tinggi mengalahkan kemegahan bangunan-bangunan di sekelilingnya.

Menurut sejarahnya, bangunan setinggi 128,70 meter ini dibangun pada era Presiden Sukarno, tepatnya tahun 1961. Awalnya, sayembara digelar oleh Sukarno untuk mencari lambing yang paling bagus sebagai ikon ibukota negara. Sang Presiden akhirnya jatuh hati pada konsep Obelisk yang dirancang oleh Friederich Silaban. Namun saat pembangunannya, Sukarno merasa kurang sreg dan kemudian menggantinya dengan arsitek Jawa bernama Raden Mas Soedarsono. Sukarno yang seorang insinyur mendiktekan gagasannya kepada Soedarsono hingga jadilah Tugu Monas seperti yang dapat kita saksikan saat ini.

Proyek mercusuar pembangunan Monumen Nasional tersebut sesungguhnya dilakukan saat kondisi keuangan negara dalam masa kritis yang sangat hebat. Pada saat itu, Sukarno juga tengah mengerjakan proyek lainnya yang mungkin dianggap lebih ‘mulia’, yakni pembangunan Masjid Istiqlal, masjid terbesar se-Asia Tenggara. Dihadapkan pada pilihan sulit, akhirnya Sukarno lebih memilih merampungkan proyek Tugu Monas daripada rumah Allah tadi. Uniknya, kedua proyek besar tersebut selesai saat Presiden Sukarno sudah tidak berkuasa lagi pasca pemberontakan G 30 S PKI.

5 Hal Yang Harus Diketahui Tentang Monas :

1. Ukuran dan Isi Monas
Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer.

2. Lidah Api
Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.

3. Pelataran Puncak
Pelataran puncak luasnya 11x11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu.

4. Pelataran Bawah
Pelataran bawah luasnya 45x45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah.

5. Museum Sejarah Perjuangan Nasional
Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80x80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.

Sukarno yang terkenal flamboyan saat itu lebih memilih Monas karena merupakan simbol phallus raksasa. Tidak aneh jika simbol ibukota negaranya adalah simbol kejantanan seorang pria (phallus). Sukarno adalah seorang visioner yang tidak tanggung-tanggung dan berpandangan jauh ke depan. Dia tidak membiarkan pembangunan phallus/lingga sendirian. Saat bersamaan, dia juga memerintahkan pembangunan ‘pasangannya’, yakni Yoni sebagai simbol perempuan, tepat di atas Monas. Jadilah Monas seperti yang terlihat sekarang, sebuah bangunan lambing penyatuan Lingga dan Yoni, simbol laki-laki dan perempuan.

Menurut penuturan Dan Brown dalam novel fenomenalnya, penyatuan Lingga dan Yoni merupakan ritus purba seksual, Persetubuhan Suci (The Sacred Sextum). Ini adalah ritual tertinggi bagi kelompok-kelompok penganut Luciferian (penyembah setan) seperti halnya Ksatria Templar dan Freemasonry.

Monas adalah The Sacred Sextum
Tugu Monas hanyalah salah satu dari obelisk-obelisk lain yang tersebar di pusat-pusat kota seluruh dunia. Obelisk tertua berasal dari kebudayaan Mesir Kuno, simbol menjulang menuju dewa tertinggi bangsa pagan purba (dan modern). Selain Kairo dan Jakarta, obelisk asli Mesir dapat kita saksikan di ibukota penguasa dunia saat ini, Washington DC Amerika Serikat. Lokasinya tepat di depan Capitol Hill tempat presiden-presiden Amerika terpilih mengucapkan sumpahnya secara turun-temurun. Obelisk atau phallus juga bisa kita jumpai tepat di tengah lapangan Basilika Santo Petrus, Vatican City, negara tempat pemimpin umat Katholik Roma sejagat raya. Phallus modern juga dapat berupa obelisk baja yang menjulang di tengah-tengah ibukota Perancis, Paris berupa Menara Eiffel.

Obelisk adalah simbol kejantanan, kekuatan, dan kekuasaan
Jika kita cermati bersama, keberadaan Tugu Monas di jantung ibukota negara Republik Indonesia adalah sebuah ejekan tak kentara terhadap sila pertama Pancasila. Monas adalah lambang Persetubuhan Suci yang dilakukan tanpa malu-malu di sekeliling rumah Tuhan. Dia mengejek Gereja Imanuel, dia mengejek Gereja Katedral, dan dia juga mengejek Masjid Istiqlal. Terhadap rumah Tuhan-rumah Tuhan yang mengelilinginya, Monas seakan mencibir, “Lihatlah aku, aku lebih tinggi dan lebih megah ketimbang kalian, dan yang pasti pengikutku lebih banyak dari penghuni kalian, hahahaha...”

Dan memang ada benarnya, Monas adalah simbol dari tabiat bangsa ini dari waktu ke waktu yang semakin tidak memiliki rasa malu. Di bawah naungannya, di antara rindangnya pepohonan dan rimbunnya semak-semak di sekitarnya, tidak siang tidak malam, banyak manusia yang melakukan ritus purba seperti yang ditunjukkan penyatuan Lingga dan Yoni, Monas. Kebanyakan pelakunya adalah muda-mudi yang tidak tahu diri dan tidak memiliki harga diri lagi.

Dan, rahasia Tugu Monas yang barangkali tidak dapat kita rasakan hingga saat ini adalah bentuk piramida silang Monas jika dilihat dari udara.

Sebelum adanya aplikasi Google Earth, tak banyak manusia yang dapat menyaksikan simbol pagan masyarakat purba (dan modern) dengan seksama seperti saat ini. Sebagai perbandingan, arahkan kursor peta Google Earth tepat di atas Piramida Giza di Kairo, Mesir. Kemudian alihkan kursor ke kota Jakarta tepat di atas komplek Tugu Monas. Jika silang Monas yang tampak dari atas tersebut kita anggap sebagai sisi-sisi piramida dan Tugu Monas yang berada tepat di tengahnya sebagai puncak piramida, terlihat ada kesamaan bentuk dan konsep antara Piramida Giza di Mesir dan ‘Piramida Monas’di Indonesia.



KONSPIRASI PEMUSNAH MASAL


Uraian DNA H5N1 asal Indonesia disimpan di Los Alamos National Laboratory New Mexico AS. Laboratorium yang dikontrol Kementerian Energi AS ini dulu digunakan untuk merancang bom atom Hiroshima. Lantas, virus ini untuk vaksin atau senjata kimia? LBH Kesehatan menginformasikan jika ayah almarhum Nasrudin, warga Tangerang yang meninggal akibat terinveksi flu burung (avian influenza) di RS Persahabatan Jakarta, mendaftarkan gugatan terhadap Kedubes AS dan WHO ke PN Jakarta Pusat, Selasa (4/3). Keluarga Nasrudin ingin mengetahui kematian anaknya karena faktor apa, apakah karena senjata biologi AS?

Gugatan ini muncul, sebulan setelah Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari meluncurkan bukunya di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (6/2). Buku yang berisi pengalaman langsung selama menangani penyakit pandemik ini terbit dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Judulnya, “It’s Time for the World to Change, Divine Hand Behind Avian Influenza.” Dalam edisi Indonesia berjudul “Saatnya Dunia Berubah. Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.”

Buku bersampul merah–yang edisi bahasa Inggris–ini beredar luas di AS dan Eropa. AS dan sekutunya langsung berang. Pasalnya, sang menteri membeberkan keberhasilannya menumbangkan ketidaktransparanan WHO dalam mekanisme virus sharing H5N1. Selama 50 tahun terakhir, mekanismenya harus melalui Global Influenza Surveilance Network (GISN) bentukan AS yang tidak ada dalam struktur resmi WHO.

Cardiyan HIS, editor buku ini menuturkan kronologisnya pada Sabili. Perlawanan sang menteri dimulai ketika flu burung mulai menelan korban pada 2005. Saat itu, menkes ”marah” karena kematian tujuh orang warga Tanah Karo, Sumatera Utara, langsung diumumkan oleh WHO melalui CNN sebagai kasus flu burung human to human. Padahal, tidak didahului dengan penelitian DNA korban. Hipotesa menkes saat itu, kasusnya masih animal to animal. ”Ternyata hipotesa ini terbukti benar sampai sekarang,” jelasnya.

Meski begitu, menteri kelahiran Solo, 6 November 1950 ini tetap kelabakan. Tamiflu, satu-satunya obat yang dipercaya bisa mengobati flu burung, harus tersedia. Tapi obat ini justru diborong negara-negara kaya yang tak terkena flu burung. ”Ini tidak adil, negara-negara lemah yang terkena tidak memperoleh apa-apa. Untung saja ada bantuan dari India, Thailand dan Australia,” ujar Menkes kala itu.

Korban terus berjatuhan. Pada saat bersamaan, dengan alasan penentuan diagnosis, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui WHO Collaborating Center (WHO–CC) di Hong Kong memerintahkan Indonesia menyerahkan sampel spesimen H5N1. Perintah itu diikuti menkes. Tapi, ia juga meminta Laboratorium Litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya ternyata sama. Lalu, mengapa WHO–CC meminta sampelnya dikirim ke Hong Kong?

Dalam buku versi bahasa Inggris, menkes menulis, ia terbayang pada korban flu burung di Vietnam. Sampel virus orang Vietnam itu diambil dan dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis dan dibuat seed virus. Dari seed virus ini dibuat vaksin. Ironisnya, pembuat vaksin adalah perusahaan-perusahaan besar dari negara kaya yang tak terkena flu burung. Mereka mengambil dari negara korban dan menjualnya ke seluruh dunia tanpa izin, tanpa kompensasi.

Siti Fadilah pun ”marah”. Ia merasa kedaulatan, hak dan martabat negara-negara berkembang dipermainkan GISN WHO. Badan yang sangat berkuasa ini telah menjalani praktik selama 50 tahun. Badan ini telah memerintahkan lebih dari 110 negara untuk mengirim spesimen virus flu-nya tanpa bisa menolak. Virus menjadi milik mereka dan mereka berhak memprosesnya menjadi vaksin.

Menurut Cardiyan HIS, menkes yang juga ahli spesialis jantung dan pembuluh darah ini cukup cerdik. Meski terpaksa mengirim sample virus ke WHO, pada saat yang sama ia juga mengirim ke Gene Bank, agar hasilnya bisa diakses oleh ilmuwan di seluruh dunia. Tidak seperti GISN WHO yang hanya dihuni 15 ilmuwan eksklusif, empat orang dari WHO dan selebihnya tak dikenal. Ilmuwan dunia menyambut baik keberanian Indonesia. Ini dianggap sebagai revolusi besar.

Saat menkes ragu pada WHO, The Straits Times Singapura (27 Mei 2006) melaporkan, para ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 di WHO-CC. Belakangan diketahui, data ini justru disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico, AS di bawah kontrol Kementerian Energi AS. Meski pemerintah AS membantahnya, tapi situs resmi Los Alamos terang-terangan mengakui menyimpan uraian DNA H5N1 asal Indonesia.

Di laboraturium inilah dulu dirancang bom atom Hiroshima. Lantas, virus ini untuk vaksin atau senjata kimia? Siti Fadilah pun tak tinggal diam. Ia minta WHO membuka data itu. Ia berusaha keras agar mekanisme virus sharing diubah menjadi transparan. Hasilnya, pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data itu. Tak berhenti di situ, menkes terus mengejar WHO-CC agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia.

Asro Kamal Rokan dalam artikelnya di Republika menulis, 58 virus asal Indonesia konon sudah ditempatkan di Bio Health Security, Lembaga Penelitian Senjata Biologi Pentagon. Meski harus berhadapan dengan adidaya, menkes terus melawan. Ia tak lagi bersedia mengirim spesimen virus yang diminta WHO, selama mekanismenya imperialistik, kapitalistik dan mengancam umat manusia.

Perlawanan menkes tak sia-sia. Meski Siti Fadilah dikecam WHO dan dianggap menghambat penelitian, tapi akhirnya dalam sidang Pertemuan Kesehatan Sedunia di Jenewa, 20 November 2007, International Government Meeting (IGM) WHO, menyetujui mekanisme virus sharing dan membubarkan GISN.

Kini Indonesia ditunjuk oleh World Health Assembly Meeting (forum tertinggi menteri-menteri kesehatan seluruh dunia), untuk membuat konsep virus sharing. Selain melakukan deal dengan Baxter Inc (perusahaan farmasi AS) Indonesia juga akan bekerasama dengan banyak perusahaan termasuk dari dalam negeri seperti, Lembaga Eijkman dan PT Biofarma Tbk yang sudah mampu membuat vaksin.

Tapi, upaya AS dan sekutunya untuk membungkam buku ini tak pernah surut. Meski sudah sebulan berlalu, melalui jalur diplomatik di dalam dan luar negeri, AS terus menekan pejabat-pejabat Indonesia agar menarik buku edisi bahasa Inggris yang beredar luas di AS dan Eropa itu. Beberapa komprador AS di dalam negeri juga terus beraksi, agar buku yang memalukan tuannya ini ditarik. Tapi, Menkes bergeming.

Ia tak gentar menghadapi reaksi keras kaum kapitalis ini. Ia bertekad mempertahankan buku itu agar tetap beredar, apa pun risikonya. “Saya tak akan pernah tarik buku itu dari peredaran. Bahkan, menkes justru akan mencetak ulang dan menerbitkan jilid keduanya. “Selain cetak ulang, saya juga akan segera menerbitkan jilid dua buku ini,” paparnya.

Beberapa pihak juga medukung agar menkes tidak menarik dan merevisi bukunya itu. Dukungan antara lain datang dari Ketua Umum PP Muhhamadiyah Dien Syamsuddin, Ketua Umum PP Nahtlatul Ulama Hasyim Muzadi dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafiie Ma’arif, ”Siapapun tidak punya hak untuk melarang peredaran buku ini, kecuali buku ini mengganggu ketertiban,” tegas Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng Sholahuddin Wahid.

Bahkan, Kepala Badan Intelejen Negera (BIN) Syamsir Siregar, setelah memanggil dan mendengar penjelasan Siti Fadilah juga menyatakan dukungannya. ”Setelah saya jelaskan, BIN bisa menerima bahkan memberi dukungan,” tandas menkes. Demikian juga dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan Juwono Sudarsono yang melihat menkes telah memenangkan pertempuran diplomasi internasional.

Sebagai peneliti yang telah lama malang melintang di dunia kesehatan, Siti Fadilah tahu betul, virus bisa dilemahkan, bisa dijadikan vaksin atau dikuatkan menjadi senjata biologi. Data uraian virus tidak mungkin didapat tanpa meneliti virus. Dengan data yang lengkap maka virus dapat direkayasa menjadi senjata biologis. Tidak masuk akal jika laboratorium yang pernah menciptakan bom atom Hirosima, hingga antrax, hanya menyimpan data sequensing, tanpa virusnya.

Indonesia sendiri pernah kecolongan pada kasus virus small pox (cacar). Pada 1974, Indonesia dinyatakan bebas cacar oleh WHO. Karenanya, tahun 1984 WHO datang ke Indonesia untuk memusnahkan virus cacar sekaligus laboratoriumnya di Biofarma Bandung. Sejak saat itu Indonesia tidak lagi memiliki virus cacar. Tiba-tiba pada 2003, WHO mengumumkan adanya senjata biologis dari virus cacar.

“Tahun 2005 Indonesia harus membeli vaksin cacar dari WHO karena ada senjata biologi dari small pox. Yang bikin siapa saya tidak tahu tapi yang punya vaksin adalah perusahan Amerika,” jelas Siti Fadilah. Selanjutnya, seluruh dunia harus membeli vaksin untuk persediaan. Harganya pun super mahal, mencapai Rp 600 milyar. “Pemerintah tidak puya uang. Pengalaman ini tidak boleh terjadi pada flu burung. Kalau menjadi senjata biologi bisa mencelakakan umat manusia,” pungkasnya.


 

i Resense

Sejarah memang sarat dengan kepentingan. Itu sebabnya, kesadaran sejarah dikalangan umat islam sangat rendah. Padahal, dahulu kita memiliki sejarawan-sejarawan unggul: Thabari, Mas’udi, Ibnu Hisyam, Ibnu al-Atsir, Ibnu Khaldun, dan masih banyak lagi. Karena itu, buku yang ditulis Ahad Mansur Suryanegara ini sangat berharga untuk menjernihkan sejarah. Semoga banyak lagi sejarahwan islam yang memiliki kepedulian seperti beliau.
Benarkah Kapten Pattimura dan Sisingamangaraja XII adalah seorang Muslim yang berjuang atas nama jihad fi sabilillah? Apakah benar RA Kartini berjuang mengatasnamakan perempuan Muslimah dengan spirit Al-Qur’an? Tepatkah hari lahir Ki Hadjar Dewantoro dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional? Apakah benar Boedi Oetomo tidak menghendaki persatuan bangsa Indonesia dan tidak mencita-citakan kemerdekaan Indonesia? Benarkah bukti yang menyatakan bahwa para petinggi Boedi Oetomo kerap menghina dan melecehkan Rasulullah saw dalam pertemuan-pertemuan mereka?
Kita perlu membaca sejarah dan belajar dari sejarah. Buku API SEJARAH & API SEJARAH 2 karya Mansur Suryanegara sarat dengan informasi dan keteladanan dari para pejuang Muslim yang terdahulu. Buku ini PENTING sekali untuk dibaca dan sejarah para pejuang didalamnya sangat bermanfaat untuk diteladani oleh mereka yang masih memiliki “API” perjuangan.
Dengan membaca buku ini, Anda akan sadar bahwa sejarah Islam Indonesia telah dihilangkan dari buku-buku Sejarah yang ada. Ini adala bukti bahwa islam bukanlah seperti yang mereka pikirkan. Islamla yang berperan besar dalam menciptakan dan membebaskan negeri kita. Jangan biarkan mereka merubah paradigma kebenaran islam yang nyata dengan sejarah yang mereka buat dan telah memutar balikkan fakta.
Buku ini sarat akan ilmu. Semoga bermanfaat.
download API SEJARAH.pdf disini dan API SEJARAH 2.pdf disini

iPhone 6

Review Apple iPhone 6, Menghadirkan Layar Besar dan Bodi Tipis

Bukan Apple namanya kalau setiap peluncuran produk iPhonenya selalu banyak dinanti jutaan orang seluruh dunia, hingga tak heran antrian pembelian sudah dilakukan beberapa hari sebelum toko memulai penjualan. Dalam kali ini penulis berkesempatan untuk me-review iPhone 6 yang bisa dikatakan total perubahan desain bentuk yang sebelumnya iPhone 4, 4S, 5 dan 5S masih memiliki garis desain yang senada. iPhone 6 memberikan 2 pilihan yaitu dengan layar 4.7″ atau layar 5.5″ yang disebut sebagai iPhone 6 Plus. Soal warna masih seperti dahulu menyediakan hanya 3 varian warna, hitam, putih dan emas (gold).
iphone6_1
iphone6_2
Spesifikasi:
  • Jaringan 2G, 3G, 4G
  • Nano-SIM
  • CPU Dual-core 1.4 GHz Cyclone (ARM v8-based)
  • Chipset Apple A8
  • Dimensi 138.1 x 67 x 6.9 mm
  • Berat 129 g
  • Layar 750 x 1334 pixels, 4.7 inches
  • LED-backlit IPS LCD, capacitive touchscreen, 16M colors
  • Kamera belakang 8 MP, 3264 x 2448 pixels, phase detection autofocus, dual-LED (dual tone) flash
  • Kamera depan 1.2 MP, 720p@30fps, face detection, FaceTime over Wi-Fi or Cellular
  • Memori 16/64/128 GB, 1 GB RAM
  • Komunikasi data GPRS, EDGE, Wi-Fi, Wi-Fi hotspot, Bluetooth 4.0, USB 2.0, NFC (Apple Pay Only)
  • Batere Li-Po 1810 mAh battery (6.9 Wh)
  • GPS
  • iOS8
  • Tersedia warna Hitam, Putih dan Emas
Kelengkapan:
  • iPhone
  • Kepala charger dan kabel data
  • Earphone
  • Jarum nano simcard
Rancangan Desain
Hal ini merupakan sesuatu yang benar-benar pembaharuan total. Kalau kita sudah melekat desain garis tegas pada pinggir bentuk siku iPhone 4, 4S, 5 dan 5S, maka di iPhone 6 bentuk tersebut sudah tidak ada, alias desainnya menjadi halus dan lembut, tidak ada ditemukan bentuk siku lagi, semuanya melengkung termasuk sisi pinggir pada layar dibuat bentuk layar kacanya melengkung pada sisi-sisi pinggirnya. Terlebih-lebih iPhone 6 ini memiliki ketipisan 6.9mm, membuat iPhone 6 benar-benar ramping. Tidak mudah untuk selalu mempertahankan desain bodi tipis seperti yang dilakukan iPhone setiap generasinya.
iphone6_3
Tombol power yang sudah lama berada diatas, sekarang pindah menjadi disebelah sisi kanan. Bahan material yang digunakan iPhone 6 ini adalah solid metal hingga ke tombol-tombolnya (terkecuali sisi atas layar). Warna balutan motif doff pada sisi belakang begitu  elegan, dengan logo Apple yang terlihat mengkilat.
iphone6_4
Layar dan Tampilan Muka
Walau iPhone 6 menggunakan jenis layar yang sama dengan iPhone 5/5S yaitu LED-backlit IPS LCD, namun penulis merasakan kualitas warna iPhone 6 sedikit lebih tajam, saat terasa bila backgroun berwarna hitam dengan tulisan kecil berwana putih. Apakah karena faktor besar layar yang lebih besar sehingga iPhone 6 terlihat lebih tajam warnanya, yang jelas penulis merasakannya seperti itu.
iphone6_5
Bila berbicara tampilan sistem operasinya maka akan lebih banyak berbicara mengenai iOS8 yang juga dapat digunakan oleh generai iPhone terdahulu. iOS8 memiliki penyegaran yang cukup berarti dari versi sebelumnya, permainan warnanya membuat cerah dimata, efek blur dan paduan waran yang redup dan kontras begitu indah dan nyaman dilihat. Untuk susunan icon-iconnya di iPhone 6 menjadi lebih banyak karena nambah 1 baris deretan icon-icon, yang sebelumnya hanya total 6 baris icon setiap layar, maka di iPhone 6 menjadi total 7 baris icon.
iphone6_6
Sensor Penanda Sidik Jari
Fitur ini sudah ada mulai iPhone 5S, fitur ini masih terus diterapkan di iPhone 6. Cara penggunaannya juga sama yaitu masuk ke menu Setting, General lalu pilih Passcode & Fingerprint. Kemudian iPhone 5S akan membaca jari yang di tempelkan di lingkaran tombol ‘Home’. Untuk dapat mengenal sidik jari kita, iPhone 5S akan melakukan beberapa kali pendeteksian hingga benar-benar terekam dengan sempurna. Pendeteksian sidik jari bisa dilakukan untuk lebih dari satu jari. Setelah terekam nanti pada saat screenlock kita cukup menempelkan jari kita ke tombol bulat ‘Home’ maka screenlock akan terbuka.
iphone6_7
Kamera
Mungkin dalam hal sensor masih sama dengan iPhone 5S, masih menggunakan sensor kamera 8MP dan 1.2MP kamera depan. Tapi yang tak kalah sangat berarti adalah fitur fotonya semakin lengkap. Hal ini terpaut juga dengan sistem operasi yang barunya yaitu iOS8. Diantaranya adalah terdapatnya fitur Exposure yang dapat memberi penerangan atau pengurangan cahaya sebelum melakukan jepretan foto. lalu ada fitur Time-Lapse yang dapat memberi efek rekaman video menjadi bergerak cepat (kebalikan dari mode Slo-Mo yang dapat menghasilkan rekaman video dengan gerakan diperlambat. Untuk melihat fitur-fitur yang berhubungan dengan foto lainnya, bisa simak tulisan selanjutnya dibawah yang berhubungan dengan fitur-fitur baru di iOS8.
iphone6_8
iphone6_9
Contoh hasil jepretan:

Widget
Hal ini termasuk hal baru bagi iPhone, dan yang namanya widget sudah mulai diterapkan di iPhone 6 yang diletakan pada slide bar atas, untuk aplikasi-aplikasi widget bisa kamu cari di App Store (walaupun baru sedikit aplikasi yang tersedia), penulis mencoba download salah satu aplikasi widget yaitu Yahoo Weather, setelah kita install maka Yahoo Weather akan masuk kedalam menu edit slide bar atas (notifikasi).
iphone6_10
Hal-hal yang baru di iOS8
Sistem operasi iOS8 adalah sistem operasi yang terbaru, yang memiliki banyak fitur-fitur baru didalamnya, berikut ini fitur-fitur barunya sebagai berikut:
  • Dapat install aplikasi keyboard pihak ketiga dari App Store
  • Indikator penggunaan batere yang lebih detik, bahkan bisa dilihat pemakaian sejak dicharge penuh terakhir kali, dan penggunaan per aplikasi-aplikasinya
  • Merekam video ala percepat, yang sebelumnya kita ketahui sudah ada merekam video ala perlambat (slow-motion)
  • Memberikan pesan lokasi terakhir sebelum kehabisan batere, bila diaktifkan melalui Find My iPhone
  • Dapat memberikan pesan suara melalui iMessages
  • Lebih dipermudah untuk menata email yang belum dibaca, telah dibaca atau akan dihapus
  • Melalui iCoud dapat berbagi aplikasi, musik, film dan photo dengan keluarga pilihan, Set Up Family Sharing.
  • Tampilan muka (interface) dapat diset menjadi warna abu-abu, guna pengiritan batere.
  • Melalui broswer Safari, untuk pencarian konten kita dapat men-set defaul-nya menggunakan Google, Yahoo, Bing atau DuckDuckGo.
  • Menyimak pembakaran kalori melalui aplikasi HealthKit
  • Untuk menjepret foto dapat diset waktu (timer) mau 3 detik atau 10 detik, cocok bagi yang menggunakan tongsis
  • Kita dapat melihat beberapa panggilan terakhir melalui tampilan multi-tasking, pada bagian atas.
  • Untuk membalas pesan yang masuk dapat dilakukan pada notifikasi yang masuk, tidak perlu membuka melalui icon Messages
  • Setelah menjepret foto, tersedia menu edit foto yang lebih detil, penambahan edit untuk Light, Color dan B&W
  • Sekarang kamu dapat memasukan gambar/foto kedalam Notes kamu.
  • Untuk melihat jam/waktu per SMS cukup geser layar kearah kiri, maka jam/waktu akan muncul dari sebelah kanan
  • Delete foto, masuk ke folder “Recently Deleted” sehingga bisa diambil kembali atau bila benar-benar akan dihapus “Delete All” pada folder ini.
Kesimpulan
Hadirnya duet iPhone 6 dan iPhone 6 Plus menghadirkan ponsel iPhone berlayar besar, sudah lama sebenarnya banyak penggemar yang menantikan iPhone dengan layar besar, namu baru terealisasi pada pertengahan tahun 2014 ini. Hadir dengan layar besar dan bodi yang semakin tipis, menjadikan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus sebuah ponsel yang memiliki daya tarik yang tinggi. iPhone 6 memiliki lebar layar 4.7 inchi sedangkan iPhone 6 Plus memiliki bentang layar 5.5 inchi. Apple telah memberikan jawaban kepada kita semua akan hadirnya iPhone berlayar besar yang selama ini selalu menjadi suatu yang dianggap keterbelakangan.
iphone6_11
Menurut penulis, iPhone 6 memiliki kualitas layar yang sengat jernih dan tajam warnanya, terutama bila menampilkan background warna hitam dan tulisan warna putih, benar-benar serasa tidak berada diatas layar LCD. Lalu desainnya yang serba melengkung hingga ke lampisan layar kacanya, membuat jemari merasakan halus disaat mengusap. Setelah beberapa hari memegang iPhone 6 yang sangat tipis, bila memegang ponsel lain rasanya begitu tebal dan enggan berlama-lama, lebih betah menggenggam iPhone 6 selain bodi sangat tipis juga sangat indah desainnya. Bermain game semakin nyaman dengan bentang layar yang lebih luas.
iphone6_12
Satu hal yang selalu bahan olokan bagi Android adalah iPhone dirasa tidak memiliki jeroan hardware yang tinggi, contoh saja sensor kamera, atau processor yang masih dual-core, tapi hal itu bukan suatu yang mutlak, terbukti iPhone 6 yang bisa dikatakan tidak mengusung jeroan hardware yang tinggi, tapi soal kecepatan dan pengoperasiannya sangat cepat, lincah dan halus. Jauh dari lag (sendat-sendat).
iphone6_13
Hal lain yang penulis rasakan adalah, sebelumnya penulis salalu membawa dua ponsel, yang satu adalah iPhone dan satunya lagi adalah ponsel Android, dengan hadirnya iPhone 6 ini serasa tidak butuh lagi ponsel Android yang memiliki layar lebih besar, butuh ponsel Android karena butuh layar besarnya tapi sekarang sudah merasa tidak perlu lagi, karena sudah tersedia di iPhone 6. Hal ini bukan mengada-ada, bukan kegilaan dengan iPhone atau fanatik dengan iPhone, tapi hal ini benar-benar dirasakan dengan setelah memegang iPhone 6. Ini adalah opini penulis, jadikanlah tulisan ini menjadi wawasan acuanmu tapi keputusan terbaik untuk membeli sebuah ponsel adalah tetap kamu yang putuskan sesuai selera dan kebutuhan.
Kelebihan:
+ Layar besar, jernih dan tajam warnanya
+ Bodi yang tipis dengan desain yang serba melengkung
+ Sangat responsif, cepat dan lincah
Kekurangan:
– Harga relatif mahal

dikutip dari : http://teknologi-gayahidup.master.web.id/wordpress/?p=2842#more-2842