ABDULLAH BIN MAS’UD (YANG PERTAMA KALI
MENGUMANDANGKAN AL-QUR’AN DENGAN SUARA MERDU)
s
|
“ketika itu saya masih remaja,mengembalakan kambing milik ‘uqbah bin mu’aith. Tiba-tiba datanglah nabi SAW bersama Abu bakar’ dan rosullah bertanya:”hai pemuda, apakah kamu mempunyai susu untuk kami minum?” dan aku menjawab:" aku orang kepercayaandan tidak dapat memberi kalian berdua minuman". Maka nabi SAW bersabda: “apakah kamu mempunyai kambing betina yang mandul, yang belum di kawini oleh jantan?”. Aku menjawab:” ada”.lalu aku bawa kambing tersebut kepada mereka. Kemudian kambing itu di ikat kakinya oleh nabi lalu di peras susunya sambil berdo’a kepada allah. Tiba-tiba susu itu berair banyak .kemudian Abu bakar mengambil sebuah batu cembung yang di gunakan Nabi untuk menampung perahan susu tersebut. Lalu Abu bakarpun meminumnya, dan saya pun tak ketinggalan. Setelah itu nabi menitah (berbicara) kepada susu kambing tersebut:”kempislah!”. Maka susu itu menjadi kempis.setelah itu aku dating menjumpai Nabi SAW. Lalu berkata: ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebut!. Nabi besabda:”engkau akan menjadi seorang pemuda yang terpelajar”.
*****
Alangkah heran dan ta’jubnya ibnu mas’ud ketika menyaksikan seorang hamba allah yang sholih dan utusanNya yang di percaya memohon kepada rabbnya sambil memeras susu hewan yang belum pernah berair sebelumnya, tiba-tiba mengeluarkan karunia dan rizqi dari allah berupa air susu murni yang enak untuk di minum. Pada saat itu belum di sadarinya bahawa peristiwa yang di saksikannya itu hanya merupakan mu’jizat paling kecil dan tidak begitu berarti .dan tidak lama lagi,dia akan menyaksikan mu’jizat rosullah yang akan mengguncang dunia dan memenuhinya dengan petunjuk dan cahaya. Bahkan pada saat itu juga dia belum mengetahui bahwa dia yang ketika itu masih seorang remaja yang lemah lagi miskin yang menerima upah sebagai penggembala kambing milik uqbah bin mu’aith ,akan muncul sebagai salah satu dari mu’jizat ini. Yang setelah di gembleng oleh islam menjadi seorang beriman yang akan mengalahkan kesombongan orang-orang Quraisy dan menaklukkan kesewenangan para pemukanya.
Dialah, yang selama ini tidak berani lewat di hadapan salah seorang pembesar Quraisy kecuali dengan membungkukkan badan dan menundukkan kepalanya. di kemudian hari setelah masuk islam ,ia tampil di depan majlis di sisi ka’bah,sementara semua pemimpin dan pemuka Quraisy duduk berkumpul, lalu berdiri di hadapan mereka dan mengumandangkan suaranya yang merdu dan mengangkat dan membangkitkan minat,berisikan wahyu Alloh yaitu Al-Qur’anul karim:
Rosulullah pun tak dapat menahan
tangisnya. Air matanya menetes dan langsung mengisyaratkan kepada ibnu mas’ud
dengan tangannya yang maksudnya “cukup…cukup sudah wahai ibnu mas’ud!”. Suatu
ketika pernah juga ibnu mas’ud menyebutkan karunia allah yang di berikan kepadanya:“ tidak ada satupun dari
al-qur’an itu di turunkan, kecuali aku mengetahui mengenai peristiwa apa yang
menyebabkannya turun. Dan tak seorangpun yang lebih mengetahui tentang kitab
allah setelah rosulNya kecuali aku. Dan sekiranya aku tahu ada seorang yang
dapat di capai dengan mengendarai unta dan ia lebih tahu tentang kitabullah dar
padaku, pastilah aku akan menemuinya. Tetapi aku bukanlah orang yang terbaik
diantara kalian.” Abdullah
bin mas’ud hidup sampai zaman khalifah Utsman bin Affan memerintah. Ketika
Abdullah hampir meninggal, khalifah Utsman datang menjenguknya. “sakit apakah
yang kamu rasakan, hai Abdullah?”“Dosa-dosaku,” jawab Abdullah“apa yang kamu inginkan ?” Tanya
utsman“Rahmat tuhanku,” jawab Abdullah“tidakkah kamu ingin supaya kusuruh
orang membawa gaji-gajimu yang tidak pernah kamu ambil selama beberapa
tahun?”Tanya utsman.“saya tidak
membutuhkannya,”jawab Abdullah“bukankah kamu mempunyai
anak-anak yang harus hidup layak sepeninggalmu?”Tanya utsman.“saya tidak khawatir anak-anak
saya hidup miskin. Saya menyuruh mereka membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam.
Karena saya mendengar Rasulullah bersabda,”barang siapa yang membaca surat
Al-Waqi’ah setiap malam,dia tidak akan di timpa kemiskinan selama-lamanya!” Pada
suatu malam yang mulia Abdullah bin Mas’ud pergi menemui Tuhannya dengan
tenang. Lidahnya basah dengan dzikrullah, membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dia
telah berpulang ke rahmatullah.© Karya: Mutsana’Referensi :
- Kisah 101 sahabat nabi-
Sahabat rosul
0 comments:
Post a Comment