Sunday, 19 October 2014

ABDULLAH BIN MAS’UD

ABDULLAH BIN MAS’UD                      (YANG PERTAMA KALI MENGUMANDANGKAN AL-QUR’AN DENGAN SUARA MERDU)

s
ebelum rosulullah masuk ke rumah arqom, Abdullah bin mas’ud telah beriman dan merupakan orangke enam yang masuk islam dan mengikuti Rosulullah SAW.dengan demikian ia termasuk golongan yang mula pertama masuk islam.        Pertemuannya  yang pertama dengan rosullah itu diceritakannya sebagai berikut:
        “ketika itu saya masih remaja,mengembalakan kambing milik ‘uqbah bin mu’aith. Tiba-tiba datanglah nabi SAW bersama Abu bakar’ dan rosullah bertanya:”hai pemuda, apakah kamu mempunyai susu untuk kami minum?” dan aku menjawab:" aku orang kepercayaandan tidak dapat memberi kalian berdua minuman". Maka nabi SAW bersabda: “apakah kamu mempunyai kambing betina yang mandul, yang belum di kawini oleh jantan?”. Aku menjawab: ada.lalu aku bawa kambing tersebut kepada mereka. Kemudian kambing itu di ikat kakinya oleh nabi lalu di peras susunya sambil berdo’a kepada allah. Tiba-tiba susu itu berair banyak .kemudian Abu bakar mengambil  sebuah batu cembung yang di gunakan Nabi untuk menampung perahan susu tersebut. Lalu Abu bakarpun meminumnya, dan saya pun tak ketinggalan. Setelah itu nabi menitah (berbicara) kepada susu kambing tersebut:”kempislah!”. Maka susu itu menjadi kempis.setelah itu aku dating menjumpai Nabi SAW. Lalu berkata: ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebut!. Nabi besabda:”engkau akan menjadi seorang pemuda yang terpelajar”.
*****
        Alangkah heran dan ta’jubnya ibnu mas’ud ketika menyaksikan seorang hamba allah yang sholih dan utusanNya yang di percaya memohon kepada rabbnya sambil memeras susu hewan yang belum pernah berair sebelumnya, tiba-tiba mengeluarkan karunia dan rizqi dari allah berupa air susu murni yang enak untuk di minum. Pada saat itu belum di sadarinya bahawa peristiwa yang di saksikannya itu hanya merupakan mu’jizat paling kecil dan tidak begitu berarti .dan tidak lama lagi,dia akan menyaksikan mu’jizat rosullah yang akan mengguncang dunia dan memenuhinya dengan petunjuk dan cahaya. Bahkan pada saat itu juga dia belum mengetahui bahwa dia yang ketika itu masih seorang remaja yang lemah lagi miskin yang menerima upah sebagai penggembala kambing milik uqbah bin mu’aith ,akan muncul sebagai salah satu dari mu’jizat ini. Yang setelah di gembleng oleh islam menjadi seorang beriman yang akan mengalahkan kesombongan orang-orang Quraisy dan menaklukkan kesewenangan para pemukanya.
        Dialah, yang selama ini tidak berani lewat di hadapan salah seorang pembesar Quraisy kecuali dengan membungkukkan badan dan menundukkan kepalanya. di kemudian hari setelah masuk islam ,ia tampil di depan majlis di sisi ka’bah,sementara semua pemimpin dan pemuka Quraisy duduk berkumpul, lalu berdiri di hadapan mereka dan mengumandangkan suaranya yang merdu  dan mengangkat dan membangkitkan minat,berisikan wahyu Alloh yaitu Al-Qur’anul karim:
1. (tuhan) yang Maha pemurah,2. yang telah mengajarkan Al Quran.3. Dia menciptakan manusia.4. mengajarnya pandai berbicara.5. matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.6. dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan Kedua-duanya tunduk kepada nya.        Lalu di lanjutkan bacaaannya tersebut, sementara pemuka-pemuka Quraisy sangat terpesona dengan bacaannya ,dan tidak percaya akan pandangan mata dan pendengaran telinga mereka .dan tak tergambar dalam pikiran mereka bahwa orang yang menantang kekuasaan dan kesombongan mereka adalah orang yang tidak lebih dari seorang pesuruh diantara mereka, dan penggembala kambing dari salah  seorang bangsawan  Quraisy, yaitu Abdullah bin mas’ud, seorang miskin yang hina dina yang berperawakan kecil dan kurus.        Akan tetapi allah telah mengganti semua itu dengan islam. Islam telah memberinya bagian yang melimpah dan penghasilan yang cukup dari perbendaharaan “kisro” dan simpanan gubernur. Dan sebagai ganti dari tubuh yang kurus dan jasmani yang lemah, allah menganugerahkan kemauan baja yang dapat menundukkan para penguasa dan ikut serta dalam menjayakan islam. Dan islam telah melimpahkannya dengan ilmu pengetahuan, dan kemuliaan. Yang menjadikannya sebagai salah seorang tokoh terkemuka dalam sejarah islam.        Sungguh benar perkataan rosulullah SAW ketika beliau mengatakan kepadanya: “kamu akan menjadi seorang pemuda terpelajar”. Dan ia telah di beri pelajaran oleh Robbnya hingga menjadi Faqih atau ahli fiqih bago umat Muhammad SAW.dan menjadi tulang punggung para huffadz pada zamannya. Tentang dirinya, dia pernah mengatakan: “Saya telah menghafal 70 surat al-qur’an yang ku dengar langsung dari rosulullah SAW dan tidak seorangpun yang menyaingiku dalam hal ini.” Allah telah memberikan anugerah atas keberaniannya mempertaruhkan nyawa dalam mengumandangkan al-qur’an secara terang-terangan dan menyebar luaskannya di segenap pelosok kota mekkah di saat siksaan dan penindasan merajalela dengan bakat istimewa dalam membawakan bacaan al-qur’an dan kemampuan luar biasa dalam memahami arti dan maksudnya.        Rosulullah telah memberi wasiat kepada para sahabat agar mengambil Ibnu Mas’ud sebagai teladan,dalam sabdanya:تَمَسوا بِعَهْدِ ابْنُ اُمِّ عَبْدَّكُ“berpegang teguhlah kepada ilmu yang di berikan oleh ibnu umi ‘abdin!!”        Di wasiatkan pula agar mencontoh bacaannya, dan mempelajari cara membaca al-qur’an dari padanya.مَنْ اَحَبَّ اَنْ يَسمَعَ القُرأن غَضّاً كَمَا أُنزِلَفلْيسمعْه منْ إبْن أمّ عبْدٍ ومنْ أحبَّ أنْ يَقرأَالقرآن غضّاًكماأُنزِلَ فَليَقرأْه علي قراءة إبنُ أمِّ عبْدٍ“barang siapa yang hendak mendengar al-qur’an seperti yang di turunkan, hendaklah ia mendengar dari ibnu ummi ‘abdin!, dan barang siapa yang hendak membaca al-qur’an seperti yang diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan ibnu ummi ‘abdin!.”        Sungguh, rosulullah telah lama senang dengan bacaan al-qur’an dari lisan Ibnu Mas’ud. Pada suatu hari ia memanggilnya dan bersabda:“bacakanlah kepadaku (al-qur’an),hai Abdullah!”“haruskah aku membacanya pada anda, wahai Rosulullah?”Rosulullah bersabda: “saya ingin mendengar dari mulut orang lain.”Maka ibnu mas’ud pun membacanya di mulai dari surat an-nisa’ sampai pada firman allah ta’ala:

 41. Maka Bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu[299]).42. di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah[300], dan mereka tidak dapat Menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun. [299] Seorang Nabi menjadi saksi atas perbuatan tiap-tiap umatnya, Apakah perbuatan itu sesuai dengan perintah dan larangan Allah atau tidak.[300] Maksudnya: mereka dikuburkan atau mereka hancur menjadi tanah.
Rosulullah pun tak dapat menahan tangisnya. Air matanya menetes dan langsung mengisyaratkan kepada ibnu mas’ud dengan tangannya yang maksudnya “cukup…cukup sudah wahai ibnu mas’ud!”. Suatu ketika pernah juga ibnu mas’ud menyebutkan karunia allah yang di berikan kepadanya:“ tidak ada satupun dari al-qur’an itu di turunkan, kecuali aku mengetahui mengenai peristiwa apa yang menyebabkannya turun. Dan tak seorangpun yang lebih mengetahui tentang kitab allah setelah rosulNya kecuali aku. Dan sekiranya aku tahu ada seorang yang dapat di capai dengan mengendarai unta dan ia lebih tahu tentang kitabullah dar padaku, pastilah aku akan menemuinya. Tetapi aku bukanlah orang yang terbaik diantara kalian.”        Abdullah bin mas’ud hidup sampai zaman khalifah Utsman bin Affan memerintah. Ketika Abdullah hampir meninggal, khalifah Utsman datang menjenguknya. “sakit apakah yang kamu rasakan, hai Abdullah?”“Dosa-dosaku,” jawab Abdullah“apa yang kamu inginkan ?” Tanya utsman“Rahmat tuhanku,” jawab Abdullah“tidakkah kamu ingin supaya kusuruh orang membawa gaji-gajimu yang tidak pernah kamu ambil selama beberapa tahun?”Tanya utsman.“saya tidak membutuhkannya,”jawab Abdullah“bukankah kamu mempunyai anak-anak yang harus hidup layak sepeninggalmu?”Tanya utsman.“saya tidak khawatir anak-anak saya hidup miskin. Saya menyuruh mereka membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam. Karena saya mendengar Rasulullah bersabda,”barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam,dia tidak akan di timpa kemiskinan selama-lamanya!”        Pada suatu malam yang mulia Abdullah bin Mas’ud pergi menemui Tuhannya dengan tenang. Lidahnya basah dengan dzikrullah, membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dia telah berpulang ke rahmatullah.©                                                                  Karya: Mutsana’Referensi : -     Kisah 101 sahabat nabi-          Sahabat rosul

0 comments:

Post a Comment